Angin Segar Bagi Hafidz AlQuran, Bisa Dapatkan Beasiswa Santri S1 dan S2

hafidz quran
Wisuda Hafidz AlQuran

Kementerian Agama kembali melanjutkan Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dalam bentuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Program Sarjana (S1) dan Program Magister (S2).

Program beasiswa tersebut merupakan afirmatif perluasan akses santri untuk melanjutkan studi sarjana dan profesi melalui program yang terintegrasi, mulai dari proses kerjasama, pengelolaan, sistem seleksi khusus bagi santri, serta pemberian bantuan pembiayaan yang diperlukan bagi santri yang memenuhi syarat, sampai pembinaan masa studi dan pembinaan pengabdian setelah lulus.

Berikut ini adalah persyaratan untuk mendapatkan Program Beasiswa Santri Berprestasi dari Kemenag;

Persyaratan Umum:

Santri yang berasal dari Pesantren yang telah terdaftar di Kementerian Agama, yang dibuktikan dengan kepemilikan Nomor Statistik Pesantren (NSP) yang terdaftar pada Kementerian Agama.

Santri mukim minimal 3 (tiga) tahun berturut-turut yang dibuktikan dengan Surat Keterangan yang ditandatangani oleh pimpinan Pesantren (format terlampir).

Memiliki akhlaq terpuji dan direkomendasikan oleh Pimpinan Pesantren dibuktikan dengan Surat Rekomendasi dari Pimpinan Pesantren Asal Santri.

Memiliki kemampuan berbahasa Arab.

Memiliki kemampuan membaca dan memahami Kitab Kuning.

Memiliki wawasan dan komitmen implementasi nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil’alamin.

Memiliki wawasan dan komitmen implementasi nilai-nilai nasionalisme, patriotisme serta integritas.

Diutamakan santri yang memiliki prestasi akademik dan non akademik dengan melampirkan nilai raport 1 (satu) tahun terakhir, piagam atau sertifikat.

Diutamakan santri berprestasi berasal dari keluarga kurang mampu.

Pilihan Program Sarjana (S1):

Santri tingkat akhir atau santri lulusan tahun 2019, 2020, dan 2021 pada Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Pendidikan Kesetaraan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS), Madrasah Aliyah Swasta (MAS) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang terintegrasi dan/atau berada dan menjadi bagian dari Pondok Pesantren.

Berusia maksimal (per 1 Juli 2021): 20 (dua puluh) tahun untuk santri tingkat akhir pada MAS/MAN yang terintegrasi dan/atau berada dan menjadi bagian dari Pondok Pesantren (lahir pada tanggal 1 Juli 2001, 2 Juli 2001, dan seterusnya). Dan berusia 23 (dua puluh tiga) tahun untuk santri lulusan SPM/PDF/PKPPS (lahir pada tanggal 1 Juli 1998, 2 Juli 1998, dan seterusnya).

Pilihan Program Magister (S2):

Santri Sarjana yang berasal dari Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Pendidikan Kesetaraan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS), Madrasah Aliyah Swasta (MAS) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang terintegrasi dan/atau berada dan menjadi bagian dari Pondok Pesantren.

Berusia maksimal 35 (tiga puluh lima) tahun per-tanggal 1 Juli 2021.

Persyaratan Khusus:

Pilihan Program Sarjana (S1):

Pilihan Program Studi Perbankan Syariah pada UIN Maulana Malik Ibrahim, Kota Malang:

Saat mendaftar, santri menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 10 (sepuluh) juz;

Saat menyelesaikan kuliah, mahasantri menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 30 (tiga puluh) juz;

Santri wajib menjaga dan mempertahankan hafalan al-Qur’an yang dikuasai.

Pilihan Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial pada UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta:

Baca Juga:  Cara Menambah Follower di Instagram Dengan Cepat Mudah Dan Aman

Saat mendaftar, santri menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 1 (satu) juz;

Saat menyelesaikan kuliah, mahasantri menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 5 (lima) juz;

Santri wajib menjaga dan mempertahankan hafalan al-Qur’an yang dikuasai.

Pilihan Program Studi Tasawuf Psikoterapi pada UIN Sunan Gunung Djati, Bandung:

Saat mendaftar, santri menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 1 (satu) juz;

Saat menyelesaikan kuliah, mahasantri menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 5 (lima) juz;

Santri wajib menjaga dan mempertahankan hafalan al-Qur’an yang dikuasai.

Pilihan Program Studi Kedokteran dan Farmasi pada UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta:

Saat mendaftar, santri menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 1 (satu) juz;

Saat menyelesaikan kuliah, mahasantri menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 5 (lima) juz;

Santri wajib menjaga dan mempertahankan hafalan al-Qur’an yang dikuasai.

Pilihan Program Magister (S2):

Pilihan Program Magister Informatika pada UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta:

Lulusan S1 atau Sarjana Terapan (D-IV) dengan latar belakang keilmuan semua jurusan, dibuktikan dengan (minimal) Surat Keterangan Lulus. Lulusan perguruan tinggi luar negeri harus menyertakan salinan/fotokopi surat keterangan penyetaraan ijazah dari Kemenristekdikti/Kementerian Agama yang dilegalisir;

IPK minimal 3.00 (dengan melampirkan transkrip nilai jenjang S1 dan sederajat yang dilegalisir);

Lulus dari Prodi yang terakreditasi;

Lulus dari perguruan tinggi yang terdaftar dalam PD-Dikti;

Memiliki proposal rencana penelitian untuk tesis;

Surat Rekomendasi dari pimpinan Pesantren asal santri sarjana;

Surat Izin dari pimpinan Pesantren atau guru besar atau dosen atau atasan langsung bagi yang sudah bekerja;

Pernyataan Kesiapan Tinggal di Pesantren sekitar Perguruan Tinggi Mitra saat menempuh studi;

Daftar publikasi karya ilmiah yang telah diterbitkan (jika ada).

Pilihan Program Magister Interdisciplinary Islamic Studies Konsentrasi Industri dan Bisnis Halal pada UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta:

Lulusan S1 dan sederajat dengan latar belakang keilmuan semua jurusan, dibuktikan dengan (minimal) Surat Keterangan Lulus. Lulusan perguruan tinggi luar negeri harus menyertakan salinan/fotokopi surat keterangan penyetaraan ijazah dari Kemenristekdikti/Kementerian Agama yang dilegalisir;

Saat mendaftar, santri sarjana menguasai hafalan al-Qur’an sebanyak 5 (lima) juz;

Memiliki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Arab atau bahasa Inggris yang masih berlaku dengan skor sekurang-kurangnya TOAFL 500, TOEFL ITP 450, TOEFL iBT 45, IELTS 5, atau TOEIC 500;

IPK minimal 2.75 (dengan melampirkan transkrip nilai jenjang S1 dan sederajat yang dilegalisir);

Lulus dari Prodi yang terakreditasi;

Lulus dari perguruan tinggi yang terdaftar dalam PD-Dikti;

Memiliki proposal rencana penelitian untuk tesis;

Surat Rekomendasi dari pimpinan Pesantren asal santri sarjana;

Surat Izin dari pimpinan Pesantren atau guru besar atau dosen atau atasan langsung bagi yang sudah bekerja;

Pernyataan Kesiapan Tinggal di Pesantren sekitar Perguruan Tinggi Mitra saat menempuh studi;

Daftar publikasi karya ilmiah yang telah diterbitkan (jika ada).

Pilihan Program Magister Manajemen Pendidikan Islam pada Institut Agama Islam Bunga Bangsa, Cirebon:

Lulusan S1 dan sederajat dengan latar belakang keilmuan semua jurusan, dibuktikan dengan (minimal) Surat Keterangan Lulus. Lulusan perguruan tinggi luar negeri harus menyertakan salinan/fotokopi surat keterangan penyetaraan ijazah dari Kemenristekdikti/Kementerian Agama yang dilegalisir;

Baca Juga:  Cara Mendapatkan Bantuan Khusus Anak Sekolah Senilai Rp 3,4 Juta

IPK minimal 2.75 (dengan melampirkan transkrip nilai jenjang S1 dan sederajat yang dilegalisir);

Lulus dari Prodi yang terakreditasi;

Lulus dari perguruan tinggi yang terdaftar dalam PD-Dikti;

Memiliki proposal rencana penelitian untuk tesis;

Surat Rekomendasi dari pimpinan Pesantren asal santri sarjana;

Surat Izin dari pimpinan Pesantren atau guru besar atau dosen atau atasan langsung bagi yang sudah bekerja;

Pernyataan Kesiapan Tinggal di Pesantren sekitar Perguruan Tinggi Mitra saat menempuh studi;

Daftar publikasi karya ilmiah yang telah diterbitkan (jika ada).

Persyaratan Kelengkapan Dokumen

Pilihan Program Sarjana (S1):

Scan Asli Pas Foto Berwarna ukuran 3×4;

Scan Asli Kartu Tanda Penduduk (KTP);

Jika santri belum memiliki KTP maka bisa digantikan dengan Scan Akte Kelahiran/Surat Keterangan Lahir;

Scan Kartu Keluarga;

Scan Asli Surat Keterangan yang ditandatangani oleh pimpinan Pesantren (format terlampir);

Scan Asli Surat Rekomendasi dari Pesantren asal santri yang ditandatangani oleh pimpinan Pesantren (format terlampir);

Scan Asli Raport Halaman Identitas Santri dan Halaman Nilai 1 (satu) Tahun Terakhir;

Scan Asli Salinan Ijazah Yang Telah Dilegalisir atau Surat Keterangan Lulus MAS/MAN/SPM/PDF/PKPPS bagi lulusan tahun 2019 dan 2020;

Scan Asli Surat Pernyataan Kebenaran Data dan Dokumen yang bermaterai Rp.10.000,- dan bertanda tangan santri bersangkutan (format terlampir);

Scan Asli Piagam atau Sertifikat Prestasi Akademik dan/atau Non Akademik (jika ada).

Pilihan Program Magister (S2):

Scan Asli Pas Foto Berwarna ukuran 3×4;

Scan Asli Kartu Tanda Penduduk;

Scan Akte Kelahiran/Surat Keterangan Lahir;

Scan Kartu Keluarga;

Scan Asli Surat Keterangan yang ditandatangani oleh pimpinan Pesantren (format terlampir);

Scan Asli Surat Rekomendasi dari Pesantren asal santri sarjana yang ditandatangani oleh pimpinan Pesantren (format terlampir);

Scan Asli Salinan Ijazah S1 dan sederajat yang telah dilegalisir;

Scan Asli Salinan Transkrip nilai jenjang S1 dan sederajat yang telah dilegalisir;

Proposal rencana penelitian untuk tesis;

Scan Asli Surat Izin dari pimpinan Pesantren atau guru besar atau dosen atau atasan langsung bagi yang sudah bekerja;

Daftar publikasi karya ilmiah yang telah diterbitkan (jika ada);

Scan Asli Sertifikat resmi bukti penguasaan bahasa Arab atau bahasa Inggris yang masih berlaku dengan skor sekurang-kurangnya TOAFL 500, TOEFL ITP 450, TOEFL iBT 45, IELTS 5, atau TOEIC 500 (untuk pilihan Program Magister Interdisciplinary Islamic Studies Konsentrasi Industri dan Bisnis Halal pada UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta);

Scan Asli Piagam atau Sertifikat Prestasi Akademik dan/atau Non Akademik (jika ada).

Setelah melengkapi semua data di atas, santri bisa langsung melakukan tahapan pendaftaran, dengan cara:

Terlebih dahulu, Pesantren dan santri memahami program studi dan Perguruan Tinggi Mitra yang diminati dan yang akan dipilih.

Baca Juga:  Bocoran Spesifikasi dan Harga VIVO X60t Terbaru 2021

Terlebih dahulu, Pesantren dan santri mengikuti petunjuk pendaftaran yang disediakan pada aplikasi pendaftaran PBSB online.

Terlebih dahulu, Pesantren dan santri memahami konsekuensi dan sanksi jika di kemudian hari santri mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus seleksi.

Pendaftaran PBSB dilakukan secara online melalui aplikasi pada laman: https://ditpdpontren.kemenag.go.id/pendaftaranpbsb/

Terlebih dahulu Pesantren mendaftar pada link pendaftaran online PBSB, dengan memastikan Nomor Statistik (NSP) yang dicantumkan terdaftar pada Kementerian Agama.

Pesantren mendaftarkan santri yang akan mengikuti seleksi PBSB.

Santri yang telah didaftarkan akan memiliki AKUN SANTRI.

Santri melengkapi form isian dan dokumen sesuai ketentuan di dalam aplikasi pendaftaran PBSB online.

Santri harus mengetahui dan menyiapkan dokumen yang dibutuhkan sebagai persyaratan dalam proses pengisian data dan dokumen yang diisi dan diunggah/diupload melalui AKUN SANTRI dengan format Portable Document Format (PDF), seperti :

Scan Asli Pas Foto Berwarna ukuran 3×4;

Scan Asli Kartu Tanda Penduduk (KTP);

Jika santri belum memiliki KTP maka bisa digantikan dengan Scan Akte Kelahiran/Surat Keterangan Lahir;

Scan Kartu Keluarga;

Scan Asli Surat Keterangan yang ditandatangani oleh pimpinan Pesantren (format terlampir);

Scan Asli Surat Rekomendasi dari Pesantren asal santri yang ditandatangani oleh pimpinan Pesantren (format terlampir);

Scan Asli Nilai Raport 1 (satu) tahun terakhir;

Scan Asli Salinan Ijazah Yang Telah Dilegalisir atau Surat Keterangan Lulus MAS/MAN/SPM/PDF/PKPPS bagi lulusan tahun 2019 dan 2020;

Scan Asli Surat Pernyataan Kebenaran Data dan Dokumen yang bermaterai Rp.10.000,- dan bertanda tangan santri bersangkutan (format terlampir);

Scan Asli Piagam atau Sertifikat Prestasi Akademik dan/atau Non Akademik (jika ada).

Scan Asli Raport Halaman Identitas Santri dan Halaman Nilai 1 (satu) Tahun Terakhir;

Kanwil Kementerian Agama Provinsi memverifikasi dan memvalidasi data dan dokumen santri.

Kanwil Kementerian Agama Provinsi menolak pendaftaran jika terdapat ketidak sesuaian data dan dokumen santri.

Kanwil Kementerian Agama Provinsi menerima pendaftaran berdasarkan kesesuaian data dan dokumen santri.

Santri yang telah melengkapi data dan dokumen pendaftaran dapat mencetak bukti pendaftaran PBSB online (Formulir Registrasi) pada AKUN SANTRI.

Santri yang dinyatakan lolos seleksi administrasi akan mendapat notifikasi “SELAMAT…” di AKUN SANTRI pada aplikasi pendaftaran PBSB online.

Santri yang dinyatakan lolos Seleksi Administrasi dapat mengunduh Kartu Peserta Seleksi PBSB Tahap 1 dan membuat Surat Pernyataan Komitmen yang tersedia di AKUN SANTRI pada aplikasi pendaftaran PBSB online.

Surat Pernyataan Komitmen harus bermaterai Rp.10.000,- dan ditandatangani oleh santri bersangkutan, discan rapih, dapat terbaca dengan jelas, tidak terpotong, serta diunggah/diupload melalui AKUN SANTRI dengan format Portable Document Format (PDF).

Santri yang dinyatakan lolos Seleksi Tahap 1 dapat mengunduh Kartu Peserta Seleksi PBSB Tahap 2 yang tersedia di AKUN SANTRI pada aplikasi pendaftaran PBSB online.

Demikian tersebut merupakan persyaratan untuk bisa menerima Program Beasiswa Santri Berprestasi dari Kemenag. Selamat mencoba dan good luck!

Related posts