Jenis-Jenis Saham

Mau Berinvestasi Saham? Perlu Tahu Jenis-Jenis Saham Dulu

PORTABS.COM – Mau Berinvestasi Saham? Perlu Tahu Jenis-Jenis Saham Dulu! Memahami definisi saham itu memang mudah. Namun, jika ingin berinvestasi tidak cukup sampai sini saja, lho. Kita juga harus tahu dulu saham seperti apa, sih, yang sebaiknya dimiliki untuk investasi? Maka dari itu, diperlukan pengetahuan mengenai jenis-jenis saham yang ada. Nah, jenis saham ini juga bisa dilihat dari beberapa segi, lho.

Jenis saham dari segi klaim

Dilihat dari segi ini, jenis dari saham itu terbagi menjadi dua, yaitu saham biasa dan saham preferen. Jenis saham biasa atau common stocks ini yang umumnya diperjualbelikan. Sebab, saham jenis ini juga mudah untuk dijual atau dipindahtangankan ke pihak lain.

Selain itu, dalam memperoleh keuntungan di saham biasa itu tergantung pada laba yang diterima perusahaan. Semakin tinggi laba maka semakin tinggi juga deviden yang diterima pemegang saham biasa. Namun, jika perusahaan mengalami kerugian maka pemegang saham ini tidak mendapatkan deviden. Nah, ini berkebalikan dengan pemegang saham preferen atau preffered stocks.

Trending:  Bagaimana Hukum Asuransi Menurut Islam? Ini Jawabannya

Pemegang saham dengan jenis saham preferen, nilai deviden serta asetnya sudah ditentukan sejak awal. Maka dari itu, jika ada kerugian, tidak terlalu berdampak pemegang saham preferen. Namun, kalau terjadi laba, deviden saham preferen bisa diterima setelah pemegang saham biasa memperoleh deviden-nya.

Jenis saham dari segi cara peralihan

Sama dengan di atas, jenis dari saham ini juga terbagi menjadi dua, yaitu saham atas unjuk dan saham atas nama. Saham untuk jenis ini, keduanya tercantum nama kepemilikan di sertifikat sahamnya. Namun, hal itu tidak serta-merta sama, ya.

Pada jenis saham atas unjuk atau bearer stocks, sertifikatnya dibuat seperti uang, dengan menggunakan kertas khusus. Maka dari itu, meski mudah dipindahtangankan, tapi jika hilang, pemilik saham tidak bisa meminta pengganti sertifikat.

Trending:  Investasi Syariah: Hukum, Keunggulan dan Jenis-jenisnya

Sebaliknya, untuk pemegang saham atas nama atau registered stocks, bisa meminta ganti sertifikat kalau sertifikat sahamnya hilang. Namun, sulit untuk dialihkan karena nama pemilik sudah tercantum dalam buku perusahaan. Oleh sebab itu, jika ingin dialihkan ke pihak lain harus melalui prosedur tertentu dulu, ya.

Jenis saham dari segi kinerja perdagangan

Untuk yang terakhir ini memiliki lima jenis saham yang berbeda. Saham tersebut antara lain blue chip stocks, income stocks, growth stocks, speculative stocks, dan counter cyclical stocks. Kelima jenis saham ini memiliki keunggulan dalam kemampuan membayar deviden. Meski begitu, karakteristik kelima saham tersebut tidak sama, lho.

Blue chip stocks adalah saham yang perusahaannya memiliki pendapatkan stabil. Hal ini tentu membuat perusahaan juga konsisten dalam membayar deviden. Sedangkan, income stocks merupakan perusahan yang pendapatannya selalu meningkat tiap tahunnya. Makanya, pembayaran deviden tiap tahun secara teratur selalu lebih tinggi dari sebelumnya.

Trending:  Hukum Forex Dalam Islam Menurut Fatwa MUI Lengkap

Lain lagi dengan speculative stocks yang perusahaannya tidak konsisten membayar deviden. Meski begitu, perusahaannya berpotensi memperoleh laba besar di masa depan. Sedangkan, counter cyclical stocks itu jenis saham yang paling stabil. Itu disebabkan karena saham jenis ini tidak berpengaruh pada kondisi ekonomi atau situasi bisnis.

Terakhir adalah growth stocks, di mana saham ini memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi. Growth stocks ini terbagi lagi menjadi wellknow dan lesserknow. Wellknow merupakan saham yang perusahannya bereputasi tinggi. Sedangkan, lesserknow itu saham untuk perusahaan daerah dan kurang populer.

Kalau digabungkan dari tiga sisi tersebut, ternyata jenis saham itu banyak, ya? Nah, kalau ingin investasi saham, kamu harus mempelajari semua jenis saham ini. Apa kelebihan dan kelemahannya. Maka dari itu, kamu harus hati-hati dalam memilih saham, lho.

Trending:  Bagaimana Hukum Investasi Dalam Islam? Ini Penjelasannya